Saya habis menonton salah satu program TV tentang fauna. Ternyata fisiologi fauna-fauna itu berkembang dengan beradaptasi terhadap kondisi habitatnya. Seperti yang diceritakan oleh sang narator, yang dikenal dalam kamus mereka hanyalah bertahan hidup dan melanjutkan hidup. Cuma itu. Kuncinya adalah adaptasi dan survival, kata sang narator.
Kalau manusia?
Manusia benar-benar berbeda, lebih kompleks dan tidak bisa disamakan dengan binatang-binatang itu. Klasik sih, “manusia punya akal, nafsu, dan nurani”. Dan dengan itulah manusia membangun PERADABAN. Tapi kok malah terjadi dekadensi dimana-mana, bukan giat-giatnya membangun malah senang menghancurkan dan melukai. Tidak usah berpikir jauh secara universal deh, membangun kehidupan yang bersahaja saja manusia terlalu sering khilaf.
Ah, sudahlah… saya cuma lagi kesal.